Pelaksanaan Proyek Rehab SD Mangngulabbe Dinilai Tak Realistis

0 Viewers
Share:


TAKALAR (SUL-SEL), MI - Penggunaan dana proyek bantuan Rehabilitasi dua gedung sekolah SDN No. 138 Inpres Mangngulabbe mulai dipertanyakan. Besarnya anggaran yang digunakan diduga kuat tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. Badan Anti Korupsi Indonesia (LSM BAKIN) bahkan menilai jumlah anggaran yang digunakan dan pelaksanaannya tidak realistis.

Proyek rehab swakelola ini diketahui menggunakan anggaran sebesar 132 juta rupiah yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2018. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi dua ruangan gedung belajar yang terletak bersebelahan dengan ruangan kantor. 

Dari keterangan Kepala Sekolah, Abdul Rasul serta tukang/pekerja yang ditemui di lokasi, pekerjaan pembaruan atau penggantian material hanya dilakukan di bagian atap dan plafon saja. Bagian dinding, baik bagian luar maupun dalam, pintu dan jendela hanya dilakukan pengecatan. Sementara lantai sama sekali tidak dijamah. Padahal, dari pantauan media, terlihat adanya kerusakan pada pintu, dan sebagian tegel lantai, sementara pengecatan plafon hanya dilakukan sekali sehingga terlihat asal.

Kepsek juga mengatakan anggaran rehab ini termasuk digunakan untuk pengadaan bangku sekolah dan meja masing-masing sebanyak 20 unit ditambah 1 buah lemari.

Sekretaris LSM BAKIN, Hasanuddin Sau menanggapi pertanyaan wartawan  menilai kualitas pekerjaan rehab tidak sesuai dengan besaran anggaran yang ada. Menurutnya, angka 132 juta hanya untuk pengerjaan atap dan plafon terlalu besar. Selain itu, pihaknya mempertanyakan adanya pengadaan fasilitas dalam proyek rehab yang seharusnya masuk kategori pengadaan mobiler yang tidak sepaket dengan rehab. Jumat (26/20/2018) Siang.

"Kami beranggapan  jika ada ketidaksesuaian antara besaran dan pekerjaan yang hanya merehab plafon dan atap, terlalu besar anggarannya. Selain itu, kita juga mempertanyakan adanya pengadaan fasilitas dalam proyek ini sebagaimana yang diungkapkan kepala sekolah. Karena seharusnya masuk pengadaan mobiler dan tidak sepaket dengan rehab" ungkap Hasanuddin Sau di Masjid Raya Takalar, (*).
loading...