Perjuangan Suku Bajo Hasilkan Rekomendasi DPRD Kab. Bone

0 Viewers
Share:


BONE (SUL-SEL), MI - Sejumlah warga yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Suku Bajo (SSKB) kembali mendatangi Kantor DPRD Bone, di Jalan Kompleks Stadion Lapatau, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Selasa, 30 Oktober 2018 sekitar pukul 9.30 - 14.00 Wita.

Kedatangan warga Suku Bajo dalam rangka menyampaikan serta mendengarkan tanggapan pihak DPRD dalam rapat kerja dengar pendapat terkait permasalahan lokasi yang terletak di kawasan laut suku Bajo.

Dalam aspirasinya Andi Sultan, selaku perwakilan Suku Bajo menyatakan tuntutan diantaranya, bahwa lahan laut tempat Suku Bajo berdiam selama ini secara turun temurun, telah dikapling oleh oknum tertentu, dibagian selatan.

Akibatnya, klaim lahan kawasan laut tersebut dari oknum yang merasa memiliki H. Amir Bandu membuat Suku Bajo merasa termaginalkan, serta sebagian tidak memiliki tempat tinggal.

Aspirasi Suku Bajo diterima oleh anggota DPRD, dalam rapat kerja bersama sejumlah perwakilan Pemerintahan.

Setelah melalui rapat kerja pembahasan masalah tersebut yang berlangsung alot, akhirnya rapat kerja yang dipimpin oleh Saifullah Latif dari Komisi I merekomendasikan, bahwa lahan kawasan laut yang telah keluar SPPT disinyalir tidak dikelolah atau tidak berpenghasilan (tidak produktif ) agar diusulkan penghapusan sesuai dengan aturan dan mekanisme peraturan yang berlaku.

"Jadi lahan di kawasan laut pesisir Bajoe tidak semua yang punya SPPT direkomendasikan untuk dicabut, yang direkomendasikan adalah SPPT yang disinyalir tidak dikelolah atau tidak berpenghasilan (tidak produktif) itu yang diusulkan untuk dihapus, tentunya tetap mengacu sesuai dengan aturan maupun mekanisme yang berlaku," pungkas Saifullah Latief.

Hadir dalam rapat kerja dari DPRD, H.Saifullah Latief, Andi Suaedi, Roslan Dg. Pasolong, Rusdi, selain itu dari Pemerintahan, Kabag Hukum Pemerintahan, Camat Tanete Riattang Timur, Lurah Bajoe, Kepala Pertanahan, Wakil dari Dinas Tata Ruang dan Permukiman serta Puluhan warga Suku Bajo serta didampingi Ketua DPC LSM LPKP -PLH DKI Bustan Dg. Tunru.

Perjuangan masyarakat Suku bajo ini sebenarnya di tahun 1995, namun kami selalu mendapatkan kendala karena ada beberapa oknum Lsm Yang pernah mendampingi. Namum dalam perjalanannya malah hanya memanfaatkan Suku Bajo, jelas Andi Sultan saat dikonfirmasi Media ini ditanggul areal kampung bajo. Selasa Sore Pukul 17 .00 wita setelah kembali dari Kantor DPRD Bone  bersama Suku Bajo lainnya. (**)

Lp.      : Iwan Hammer
Editor : Irfan
loading...