GAS ELPIJI 3 KG HARUS DI TERAPKAN, BERIKUT PENJELASAN KABAG EKONOMI AGARA

0 Viewers
Share:

Kabag Ekonomi Aceh tenggara : Nuraini, SE., MM.

ACEH TENGGARA, MI - Untuk menyikapi kelangkaan gas Elpiji 3 KG di kalangan masyarakat kabupaten Aceh tenggara yang selama ini kerap terjadi di karenakan kurangnya penegasan untuk menjalankan peraturan yang berlaku oleh oknum-oknum yang terkait.

Menurut penjelasan Kabag ekonomi kabupaten Aceh tenggara Nuraini SE MM saat di konfirmasi Mitra Indonesia beberapa pekan yang lalu diruang kerjanya, menurutnya gas elpiji 3kg yang bersubsidi di utamakan untuk masyarakat miskin,dan untuk tahun 2019 pihak bagian ekonomi berupaya kedepannya lebih efektif mengawasi penjualan gas elpiji 3 kg di daerah kabupaten Aceh tenggara (3/12/18).

"Kondisi yang  terjadi sekarang ini yang terlihat seperti rumah makan dan restoran lainnya banyak menyetok gas tersebut yang di beli dari pangkalan, tapi seharusnya mereka tidak di perbolehkan untuk memakai gas Elpiji 3 kg karena untuk masyarakat yang berekonomi di bawah garis kemiskinan saat memerlukan gas elpiji 3 kg tidak ada lagi di pangkalan" tegasnya Nuraini.

Nuraini SE MM berharap, "Agar kita dapat bekerjasama baik dari lapisan masyarakat dan kami di pemerintahan untuk kedepannya akan tetap  mengawasi kecurangan -kecurangan yang terjadi di lapangan".

menurutnya Informasi yang di himpun dari masyarakat harga Elpiji tersebut harus sesuai dengan Peraturan yang telah ditetapkan oleh Bupati kabupaten Aceh tenggara dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.22.000/per tabung  gas Elpiji3kg.

Maka pengusaha pangkalan yang mensuplai kebutuhan Elpiji tabung gas 3 kg harus menempelkan pemberitahuan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk diketahui masyarakat/konsumen.

Sehingga kedepannya apabila ada kecurangan tetap terjadi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak menjalankan peraturan yang berlaku,maka dari pihak pemerintahan tidak segan-segan memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku tambahnya Nuraini SE. MM. (Mahyuddin).
loading...