Empat Terduga , Pengedar Sabu-sabu diamankan Petugas Polsek KPN Parepare

0 Viewers
Share:


PAREPARE (SUL-SEL), MI -- Polsek KPN Parepare, dapat hadiah tahun baru 2019, dengan keberhasilan mengamankan terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu saat melakukan pemeriksaan dan pengawasan penumpang di pelabuhan Nusantara, Parepare.

Pengawasan tersebut membuahkan hasil seorang penumpang dari Tarakan berinisial ML (27) diamamkan karena memiliki dan menguasai barang yang  diduga Narkoba jenis sabu-sabu  1 ( satu) kilogram.

Pihak Polsek KPN Parepare, belum puas dengan diamankan ML, dan berkat hasil pengembangan penyidik Polsek Pelabuhan Parepare, kembali  mengamankan tiga orang yang bertugas menjemput, yaitu FR (30), IR (26) dan DD (28) yang menurut data sementara oknum  Satpol-PP Kota Makassar. 

"Ada empat terduga yang saat ini diamankan berkaitan dengan satu kilogram sabu-sabu tersebut," kata Sumber JNN di Dermaga Parepare, dan dibenarkan 
Kasat Narkoba Polres Parepare, AKP Zaky Sungkar.  “Iya, ada,” singkat dia, Kamis (3/1/2019) kepada pers di Parepare, tanpa menyebut dugaan sementara apakah sabu-sabu dipersiapkan ke Makassar, atau akan di pasarkan ke wilaya Ajatappareng ?

Sedang barang bukti yang diamankan saat ini, menurut Kasat Narkoba Polres Parepare, AKP Zaky Sungkar, " BB yang diamankan 1 (satu) kilogram  sabu-sabu,  lima unit handphone dan uang tunai Rp1 juta. 

Catatan JNN, sejak tahun 2015 hingga Pelabuhan Nusantara Parepare sudah dijadikan gerbang masuk yang empuk bagi para bandar dan sindikat peredaran gelap narkotika, jaringan Internasional (Malaysia-Indonesia).

Sehingga anggota DPR RI Komisi I, mendapat kunjungan khusus Akbar Faisal ke Pelabuhan Parepare ini. 

Bahkan dalam catatan selama 2016-2017 , Kepolisian Resort (Polres) Parepare berhasil menggagalkan peredaran 50 kilogram narkotika jenis sabu (termasuk jalur ) yang dilakukan bandar suami -istri yang diamankan di Tiroang , 6,8 kilogram, dan sang suami (H.Dawang) kini sudah di Nusakambangan  (hukuman mati) dan sang isteri bebas dari hukum mati setelah berhasil berjuang di tingkat kasasi dari hukuman mati turun jadi hukuman 20 tahun. (JNN-NAS).
loading...