Ini Klarifikasi Bantahan Plt. Kades Bontoparang

0 Viewers
Share:


TAKALAR (SUL-SEL), MI - Pelaksana Tugas (Plt) Kades Bontoparang, Arsad Ewa membantah adanya tudingan terhadap dirinya, tentang surat aduan yang dikeluarkan oleh Aliansi Masyarakat Bontoparang Anti Korupsi (Ambaki), terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar. (Jum'at, 04/01/2018).

Menurut  Arsyad ewa, pembagian Sprayer 101 unit itu, ada beberapa tahap, pertama sebanyak 80 Sprayer, tetapi yang membagikan saat itu adalah Kepala Desa Bontoparang Sebelumnya, sedangkan dirinnya saat menjabat sebagai Plt. Kades Bontoparang, hanya membagikan 21 unit Sprayer. Yang didampingi masing-masing kepala dusun.

“Semua dananya telah dicairkan oleh mantan kades sebelumnya. Sebab saya menjabat sebagai Plt. pada tanggal 21 April 2018 dan masuk kerja tanggal 22 April 2018,” ungkap Arsad ewa.

Lanjut, Arsad ewa, begitupula dengan pembagian sumur bor, pihaknya memberikan ke masyarakat itu bukan keinginan kepala desa, tetapi itu hasil musyawarah dari masyarakat. Karena memang fokus pada pemberdayaan dan transparansi.

“Kami hanya mengontrol kelompok tani, jangan sampai bantuan itu keluar dari desa Bontoparang, karena kelompok yang menentukan titik lokasi, tetapi alhamdulillah sumur bor itu tidak ada yang diluar Desa Bontoparang,” jelasnya.

Sebelumnya, Ambaki melaporkan Arsad ewa ke Kejaksaan Negeri Takalar, Kamis (3/1) kemarin. Salah satu anggota Ambaki, Asdar Cholik menegaskan, dia selaku masyarakat Desa Bontoparang, Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar. Meminta kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Takalar untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi alokasi dana desa oleh Plt. Kepala Desa Bontoparang.  (Tuan Sore/Sau).
loading...