Diduga Korupsi, YBH MIM Endus RSUD Labuang Baji Pakai LO Lelang Alkes

0 Viewers
Share:


MAKASSAR, MI -- Laporan terkait dugaan korupsi pada proyek alkes tahun 2018 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar sudah bergulir di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. 

Kini, Yayasan Bantuan Hukum Mitra Indonesia Mandiri (YBH MIM) juga  mensinyalir adanya pemakaian legal opinion (LO) atau pendapat hukum di beberapa rumah sakit yang lain di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. 

Hal ini disampaikan Direktur YBH MIM, Hadi Soetrisno saat memberikan pernyataan kepada awak media. Iya mengatakan, pihaknya mencurigai RSUD Labuang Baji juga memakai LO sebagai dasar untuk melakukan metode lelang bukan metode e-catalog. 

"Kami menduga anggaran Rp 48 M hanya Rp 5 M yang dilakukan dengan metode e-catalog. Namun setelah direvisi ditambah lagi Rp 15 M. Jadi total anggaran untuk e-catalog mencapai Rp 20 M dan sisanya yang Rp 28 M dilakukan dengan metode lelang dan ini kami anggap perbuatan melawan hukum karena sudah ada Permenkes Nomor 63 tahun 2014 dan PP LKPP nomor 6 tahun 2016 yang mengatur," ungkap Hadi. Kamis, (7/2/19).

Hadi menegaskan, jika dipaksakan melalui metode lelang tentunya kuat dugaan adanya settingan persekongkolan atau rakayasa dari awal. 

"Kuat dugaan ini diatur dari awal kalau memang benar RSUD Labuang Baji juga dapat LO dari Kejati," jelas Hadi. 

Lanjut Hadi, dirinya meminta penegak hukum serius menangani dugaan korupsi proyek alkes yang turun di RSUD Labuang Baji.

"Kami coba rampungkan data dan baket dulu baru kita lakukan pelaporan. Karena apa yang dilaporkan oleh kawan-kawan LSM di Kejati terkait alkes RSUD Haji hampir sama yang terjadi dengan di RSUD Labuang Baji jadi perspektif hukumnya pasti samalah," tutup Hadi. (*).
loading...