HUT 19 Februari : Pinrai Pinrang

0 Viewers
Share:

 M. Sutanto Idris Ketua JPI, Kab. Pinrang

PINRANG, MI - Ketika La Sinrang diasingkan ke Pulau Jawa, beliau berkata “Mabusungi Tanah Jawa Ko na Sipika”. Maksudnya bahwa kesetiaan La Sinrang dan rasa cinta pada Negerinya. Sehingga beliau emoh mati di dalam pengasingan. Demikian cintanya terhadap kampung halaman yang menyebabkan tidak rela meninggali di tanah orang lain. Pinrang di masa silam direpresentasikan oleh Kerajaan Sawitto yang membawahi kerajaan - kerajaan kecil, seperti Kerajaan Batulappa, Kassa, Suppa, Alitta. La Sinrang inilah salah satu bangsawan sekaligus pejuang dari keluarga kerajaan Sawitto.

Demikian secebis cerita mengenai La Sinrang. Lalu bagaimana dengan asal usul penggunaan kata Pinrang?. Tahukah?. Kalau Pinrang katanya berasal dari kata ‘pinra’ yang dalam terjemahan bebasnya berarti perubahan. Terima pinra mencuat bermula dari sejarah serdadu kerajaan Gowa menyerbu kerajaan Wasitto. Peperangan yang tidak apple to apple membuat pasukan kerajaan Sawitto kalah.

Akhirnya Sang Raja Sawitto ‘La Paleteang’ ditawan dan dibawa ke  Gowa. Namun pada akhirnya La Paleteang beserta istrinya berhasil dibawa kembali ke bumi Sawitto.

Dalam perjalanan pulang inilah rombongan pasukan melontarkan kalimat ”Pinra kanani tappana addatuangta pole ri Gowa” yang artinya wajah raja rupanya mengalami perubahan setelah pulang dari Gowa. Dan ketika tiba kembali di tanah Suwitto, sang raja La Paleteang dan istrinya diarak hingga masuk istana dan disambut dengan sorak sorai kendatipun beliau telah mengalami banyak perubahan. Dan saat Raja La Paleteang masuk di dalam Istana. Sembari rehat beliau berucap ‘namai daerah ini Pinra-pinrae'. Jadi sejak awal asbabun nuzul dari kosakata Pinrang sangat revolusioner, Dinamis. Seperti Ilmuwan kogninif Lera Boroditsky menyatakan bahwa bahasa mampu membentuk kognisi kita dan mempengaruhi bagaimana kita memahami segala sesuatu secara alam bawah sadar.

Pemahaman kita atas makna ‘pinra’ akan berpengaruh ke dalam psikologi kita dan selanjutnya termanifestasi ke dalam sosiologi kita. Oleh sebab itu perubahan ke arah yang lebih maju merupakan suatu kewajiban yang tak bisa dikompromikan lagi, apalagi Kabupaten Pinrang dies datalies di numeral yang diyakini sakral.  Rashad Khalifa menyebut bahwa angka 19 dalam teori bilangan adalah bilangan prima sebagaimana ayat ‘Al Fatihah’ dalam Al Quran berjumlah 19.  Tahukah kalau Bismillahirrahmanirahim jumlah katanya sebanyak 19?. Bismillah, kabupaten Pinrang akan semakin baik. Dan di milad yang ke - 59 Kabupaten Pinrang ini mesti ada perenungan yang mendalam. Usia tua merefleksikan kedewasaan kematangan dalam menghadapi berbagai persoalan. Tentu pinrang dengan segala kekurangannya mampu mengatasi segala problem yang ada dan tak lupa pula bahwa salah satu indicator yang paling menentukan adalah kepemimpinan di kabupaten tersebut. Nahkoda yang ulung akan membawa bidak berlabuh di pulau harapan nan elok. Demikian juga sebaliknya jika memimpinnya buruk, maka bahtera pinrang akan terancam tenggelam bahkan nun jauh dari daratan.  Keselamatan masyarakatnya mencekam atau terdampar di pulau tak berpenghuni, pulau yang sama sekali tidak memiliki adanya tanda-tanda kehidupan di atasnya. Demikian alegori betapa urgensinya seorang pemimpin yang ideal.

Oleh karenanya, untuk menjadikan Pinrang sebagai kabupaten yang terunggul di antara kabupaten - kabupaten lainnya tentulah berupaya untuk menghadirkan pemimpin-pemimpin layaknya La Sinrang yang militan, atau raja La Paleteang yang berdikari. Lebih rela ditawan dari pada harus tunduk dengan Gowa. Di momen memeringati hari ulang tahun Kabupaten Pinrang inilah patut dijadikan energi dengan kesadaran historis memantik untuk bergerak ke arah yang lebih baik lagi. Artefak sejarah barangkali memberikan alarm agar bergegas menuju ke perubahan yang makin membaik, dengan begitu memakai istilah “Pinrai Pinrang” mungkin paling tepat dalam hal ini 19 Februari menjadi bahan introspeksi sekaligus menjadi lahan retrospeksi. Pinrai maksudnya berubah, di HUT ke - 59 Pinrang di Nahkodai oleh pemimpin yang baru yaitu H.A Irwan Hamid, S.Sos., sebagai pemenang Pilkada serentak di 2018 dan harapannya semoga bukan perubahan yang makin ke belakang, akan tetapi sebuah dentuman perubahan yang sangat radikal. Yakni menjadikan Pinrang sebagai Kabupaten yang memprakarsai perubahan itu.

Penulis : M. Sutanto Idris (Ketua JPI, Kab. Pinrang).
loading...