PERAK Minta Walikota Makassar Tanggung Jawab Moral dan Copot Camatnya

0 Viewers
Share:

Adiarsa MJ : Ketua LSM PERAK

MAKASSAR, MI –  Pemeriksaan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan terkait beredarnya video 15 Camat di Kota Makassar yang diduga melakukan politik praktis dengan mendukung Capres 01 Joko Widodo, mendapat tanggapan dan reaksi dari sejumlah pihak.

Ketua Lembaga Pemantau Pemilu (LPP), Adiarsa MJ mengecam, para Camat dengan status ASN aktif di pemerintahan Kota Makassar.

“Ini tantangan buat Bawaslu dan pihak terkait, apakah bisa membuktikan atau tidak,” kata Adiarsa melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/2/19).

Hal itu, menurutnya, berdasarkan Pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

“Agar publik mengetahui sejauh mana pelanggaran yang dilakukan Camat, dan kalau Terlibat dalam politik praktis pada salah satu capres maka sebaiknya mundur dari jabatannya,” tambahnya.

Dia mengatakan, viralnya video para camat bersama Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang diduga melakukan politik praktis mendukung salah satu Capres membuat publik bertanya akan fungsi ASN di Kota Makassar.

“Selain undang-undang ASN tentunya Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu juga diduga dilanggar dan ini sangat tidak pantas untuk dipertontonkan oleh ASN seperti para Camat di makassar, ini tentunya sangat merusak birokrasi kita di Indonesia,” terang Ketua LSM PERAK ini.

Adiarsa juga meminta Walikota Makassar turut bertanggung jawab secara moral selaku pimpinan ke-15 Camat tersebut.

“Sebagai tanggung jawab moral Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto juga harus merasa malu dan mencopot Camatnya dari jabatannya. Kalau ini terbukti dipemeriksaan oleh Bawaslu maka akan jadi contoh dan preseden buruk birokrasi di Indonesia,” tegas Adiarsa.

Pihaknya akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus video viral tersebut.

"Kami akan terus pantau dan kawal perkembangan kasus ini, kami tidak mau kelakuan Camat ini di video diikuti oleh ASN yang lain," tutup Adiarsa. (Irfan).
loading...