PN Vonis Bebas, Polda Sulsel Kecewa, LSM Perak, Siap Lapor ke KY

0 Viewers
Share:

Ilustrasi

MAKASSAR, mitraindonesia.net, Lembaga Peradilan sebagai lembaga yudikatif berfungsi sebagai pengadil dalam proses peneggakan hukum. Tugas dari pengadilan adalah memeriksa, mengadili dan memutus perkara.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pengadil dalam mencari keadilan, tidak jarang mendapat sorotan dari banyak pihak.

Hal demikianlah yang saat ini terjadi pada Pengadilan Negeri Makassar. Melalui Putusannya terhadap kasus Narkotika, majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus kasus narkotika dengan terdakwa Kijang dengan Vonis bebas (9/02/2019). 

Vonis bebas yang dijatuhkan kepada terdakwa Kijang membuat pihak Polda Sulsel Kecewa. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan saat memberikan keterangan pers terkait vonis bebas terdakwa Kijang di PN Makassar.


Dalam keterangan persnya,  Kombes Pol Hermawan mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, yang memvonis bebas terdakwa, Syamsu Rijal alias Kijang yang merupakan bandar sabu seberat 3,5 Kilogram.

"Iya kami kecewa dengan putusan majelis hakim, ini jelas-jelas bandar, kok di bebaskan, kita nyerang pengedar tanpa bandar kan lucu juga kedengarannya," kata Kombes Pol Hermawan, saat jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (12/02/2019).

Lebih lanjut Kombes Pol Hermawan mengatakan jika kasus ini tidak berhenti hanya sampai PN karena akan berlanjut di tingkat kasasi.

"Sejak awal semua bukti-bukti sudah lengkap, Jaksa pun sudah sangat maksimal," tambahnya.


Lebih lanjut Kombes Pol Hermawan mengatakan, jika penangkapan yang dilakukan Polda Sulsel ini, jadi awal buat langkah taktis berikutnya.

Terdakwa Kijang merupakan bandar sabu asal Kabupaten Pinrang, ia didakwa dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara  seumur hidup dan hukuman mati.

Selain Polda Sulsel, LSM Perak Sulsel  juga ikut menangapi vonis Bebas terhadap terdakwa Kijang, karena merasa heran dan ada yang tidak beres dari putusan tersebut.

Ketika dihubungi hari ini (13/02/2019), Wakil Ketua LSM Perak, Masran Amiruddin, SH, MH memgatakan bahwa  jika melihat apa yang disampaikan pihak Polda Sulsel, terkait dengan peran terdakwa dalam kasus tersebut, maka tidak seharusnya vonis bebas dijatuhkan kepada terdakwa Kijang.

" Jadi perlu ada kajian lebih lanjut dari putusan Majelis Hakim PN Makassar, karena sangat tidak masuk akal jika perannya adalah sebagai bandar tapi divonis bebas," ungkap Masran.

Selanjutnya Masran mengatakan bahwa secara kelembangaan LSM Perak akan berkoordinasi dengan Pihak Polda dan Kejaksaan terkait vonis bebas tersebut untuk mengumpul data-data atau keterangan mengenai kasus Kijang.

" Jika data dan dokumen maupun keterangan dari berbagai pihak nantinya memperlihatkan adanya pelanggaran , baik pelanggaran kode etik maupun pelanggaran peraturan perundang-undangan yang dilakukan oleh majelis hakim dalam proses sidang sampai terjadinya vonis bebas, maka kami akan melaporkan tindakan hakim baik perorangan maupun secara kolektif ke Komisi Yudisial." tutup Masran.(*).

loading...