Sosialisasi Bersama Desa Patilereng dan Desa Laiyolo Baru, Ini Yang Dibahas

0 Viewers
Share:


SELAYAR, MI - Sosialisasi dan Perumusan Model Kerja Pemanfaatan, Pengelolaan, dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran 2019 di wilayah pesisir Desa Patilereng dan Desa Laiyolo Baru, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Bertempat di Pantai Punagaan, Rabu (13/02/2019) pagi.

Nampak hadir dalam kegiatan ini, Kadis Kelautan dan Perikanan Selayar Ir. Makkawaru, Kadis PMD atau yang mewakili, Kepala Pos PSDKP Kep. Selayar, Camat Bontosikuyu, Danramil Bontosikuyu, Kapolsek Bontosikuyu, Desa Patilereng, Desa Laiyolo Baru, Babinsa, Bhabimkantimmas, Kolompok Nelayan Desa Patilereng dan Desa Laiyolo Baru, Tokoh Masyarakat, dan puluhan tamu undangan lainnya.

Camat Bontosikuyu, Muh. Basir, S.H., dalam sambutanya mengatakan, kita jaga bersama terumbu karang jangan malah merusak. "Negara kita ini negara hukum, dan semua aturan harus mengacu pada aturan undang - undang. Jadi mari sama-sama kita menjaganya, jangan malah merusak".


"Terkait permasalahan antara kolompok nelayan desa Patilereng dan desa Laiyolo Baru, mari kita duduk bersama dan menyelesaikan masalah ini, jangan saling menyalahkan dan kalau ada masalah jangan ambil keputusan sepihak, karena sudah ada pemerintah yang di bentuk untuk menyelesaikan masalah sesuai undang - undang yang berlaku di Negara kita," jelasnya.

Lanjut, Danramil Bontosikuyu Mayor Ahmad S. Mengawali sambutannya mengatakan kalau hari ini adalah hari terakhir dirinya bertugas di kecamatan Bontosikuyu, dan akan pindah ke tempat tugas yang baru di Kab. Bone.

"Kalau ada kesalahan semasa saya bertugas di Bontosikuyu baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja tolong di maafkan. Dan untuk permasalahan kedua kelompok nelayan, mari kita selesaikan bersama lewat sosialisasi ini," harapnya.


Lebih lanjut, Ir. Makkawaru selaku Kadis Kelautan dan Perikanan Kep. Selayar menjelaskan, kalau sebelumnya sudah mendapat laporan terkait dengan konflik yang terjadi di dua desa ini. "Pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan ini adalah program Nasional, jadi sudah sepantasnya kita sama-sama menjaga jangan karena kita yang buat aturan seenaknya saja menentukan aturan".

"Mari kita sama-sama mendorong kearifan - kearifan lokal untuk kesejahteraan kita bersama dan untuk kelanjutan sumber daya alam dan laut kita, jangan merusak dengan alat-alat yang salah dan dilarang," katanya.

Ia juga mengatakan khusus untuk Danramil yang akan pindah tugas, dirinya mewakili seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada beliau. "Selamat bertugas di tempat tugas yang baru".

Muhammad Hasbi, Kepala Desa Laiyolo Baru sangat menyayangkan adanya konflik kedua kelompok nelayan yang terjadi minggu lalu antara warga laiyolo baru dan patilereng.

"Jangan sampai adalagi indikasi-indikasi konflik yang terjadi, dan mudah-mudahan dalam sosialisasi ini kita bisa dapatkan kesepakatan yang kita inginkan bersama," harapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Patilereng Saharuddin Arif dalam sambutanya menyampaikan permohonan maaf atas apa yang sudah terjadi antara warganya dan warga Desa Laiyolo Baru. "Mari kita sama-sama membangun etika dalam mencari ikan, tidak usah saling menyalahkan".

"Insya Allah kami akan melakukan pembagian zona, jadi kalau mau memancing silahkan yang jelas jangan terlalu dekat dengan dermaga, sekitar 80-100 meter dari dermaga silahkan yang jelas jangan merusak karang karena sudah menjadi Destinasi wisata kita di kabupaten kepulauan Selayar ini," terang kades patilereng.

Ayo kita sama-sama memelihara dan melestarikan terumbu karang khususnya di pantai timur ini, pintanya sebelum mengakhiri sambutanya.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan diskusi tentang permasalahan beberapa minggu yang lalu terkait kedua Kelompok Nelayan.  (**).
loading...