Ketika Kotak Suara Diangkut dengan Mobil Pengangkut " Sampah "

0 Viewers
Share:


Pelaksanaan Pemilu 2019 semakin dekat, pendistribusian logistik pun semakin cepat dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Salah satunya adalah pendistribusian kotak suara. 

Namun ada pemandangan yang unik ketika dijalan raya ditemukan kotak suara berada di atas mobil pengangkut sampah. Dimana mobil tersebut setiap harinya difungsikan untuk mengangkut sampah. 

Dan semakin unik lagi ketika hal tersebut oleh salah seorang dari pihak penyelenggara menyatakan hal tersebut tidak masalah karena mobil yang digunakan telah dibersihkan, sehingga menurutnya  tidak masalah.

Hal tersebut bisa saja tidak masalah bagi pihak penyelenggara namun bisa jadi bagi pihak lain itu adalah masalah. Apa lagi keberadaan mobil sampah tersebut sudah jelas fungsinya untuk mengangkut sampah. Dan ketika beralih fungsi berarti ada sesuatu yang dilanggar, dan itu sudah tentu aturan tentang keberadaan mobil sampah di dinas tertentu yang menangani masalah sampah. 

Apa mungkin hal tersebut dilakukan adalah bagian dari upaya penghematan anggaran pemilu? Atau karena memang biaya untuk pendistribusian logistik seperti kotak suara tidak punya anggaran sehingga harus menggunakan mobil dari dinas tertentu yang ada di pemerintahan. 

Entah apa yang jadi latar belakang dari kejadian tersebut? Tapi yang pasti  kejadian penggunaan Mobil Pengangkut sampah untuk mengangkut kotak suara  untuk pemilu 2019 pasti punya cerita tersendiri baik bagi penyelenggara maupun bagi masyarakat yang melihat dan atau mengetahuinya. 

Apa lagi kisah atau peristiwa itu sudah menjadi konsumsi publik karena telah dipublikasikan oleh media. Sehingga sangatlah wajar jika banyak pihak yang memberikan komentarnya. 

Dimana Kejadian tersebut diduga terjadi pada hari sabtu, tanggal 23 Maret 2019 di Kota Makassar,  hal tersebut dapat diketahui dari tulisan yang ada pada mobil pengangkut Kotak Suara yang  bertuliskan "Makasar ta' TIDAK RANTASA' " pada bagian belakang dan bagian samping tertulis "Tangkasak". 

Kejadian tersebut menjadi bahan liputan media dan jadi bahan diskusi banyak pihak karena dianggap baru terjadi atau belum pernah terjadi sebelumnya, jadi pasti akan menjadi hal yang hangat untuk dijadikan obyek pembicaraan karena unik alias berbeda dengan yang lainnya. 

Namun sangatlah disayangkan hal tersebut bisa terjadi karena pemerintah tentunya sudah menyiapkan anggaran untuk kegiatan pemilu termasuk untuk kegiatan pendistribusian kotak suara. 

Dan lebih sangat disayangkan ketika pemerintah daerah memberi bantuan kendaraan untuk hal tersebut dari kendaraan pengangkut sampah padahal masih banyak mobil atau kendaraan lain yang dapat dipinjamkan untuk mengangkut kotak suara yang akan menentukan pemimpin Negara  Kesatuan Republik Indonesia lima tahun kedepan.

Penulis :
Masran Amiruddin, S.H., M.H.
(Wakil Ketua LSM Perak Sulsel)
loading...