Ketua KKT Kupang Himbau Pemda Torut Tertibkan Tanah Adat di Toraja

0 Viewers
Share:

Yohanis Rante Lembang
(Ketua KKT Kupang)

KUPANG, MI - Pemerintah Daerah di dua kabupaten di Toraja, yakni Tana Toraja dan Toraja Utara, seharusnya membuka diri dan mendengar berbagai masukan atau kritikan membangun. Tidak malah alergi.
Pasalnya, kritikan yang ada terutama dari warga Toraja perantau, sejogjanya dipandang sebagai wujud peduli untuk kemajuan dua daerah otonom tersebut. 

Banyak hal yang bisa menjadi masukan bermanfaat. Seperti dilontarkan Yohanis Rante Lembang, Ketua KKT (Kerukunan Keluarga Toraja) Kupang, di kediamannya di Kota Kupang, Senin malam (25/3). Ditemui sambil berdiskusi lepas di rumahnya, adik kandung mantan Kadis Kehutanan Torut, Ir. Yusuf Gelong M.Si., ini membeberkan sejumlah masukan.

Diantaranya, program penghijauan, kebersihan dan penataan prototipe rumah adat Toraja di sepanjang jalan. “Budaya bersih ini perlu supaya kelihatan bersihlah, kemudian penghijauan, serta prototipe rumah adat Toraja untuk mengundang daya tarik orang yang datang ke Toraja,” ujarnya.

Rante Lembang juga meminta Pemda setempat agar menertibkan tanah-tanah adat yang ada. “Banyak tanah adat disertifikatkan oleh keluarga. Kita tidak tahu tiba-tiba tanah itu sudah disertifikatkan padahal tanah adat. Pemerintah di Toraja harus tertibkan ini agar tidak menjadi masalah warga di kemudian hari,” tutur Rante Lembang.

Terkait keberadaan KKT di Kupang, pria low-profile ini, mengatakan, pihaknya senantiasa bersosialisasi dengan warga lain yang ada di Kupang. Termasuk menjalin hubungan baik dengan pemerintah setempat. “Karena itu untuk penguatan, KKT harus menjadi payung persekutuan sebagai wadah Tongkonan bagi seluruh warga Toraja di Kupang,” ungkap Rante Lembang.

Hanya saja, KKT hingga kini belum memiliki sekretariat permanen sebagai kantor dan pusat kegiatan berupa gedung Tongkonan. “Sudah tujuh kali pergantian ketua, kita baru rintis tiga tahun lalu. Dan syukur sudah ada lahan, itupun sumbangan dari anggota, kunci Rante Lembang.

Untuk diketahui, anggota KKT saat ini berjumlah 400 KK. Namun yang aktif, menurut Rante Lembang, hanya 200 KK. Data jumlah ini dikuatkan dengan keterangan Robert Kadang, anggota KKT yang juga Jurnalis Senior Timor Express. (Jonan).
loading...