Beredar Dugaan Politik Uang di Dapil 3 Membuat Aktivis LSM LP-RI Angkat Bicara

0 Viewers
Share:

Ilustrasi

SELAYAR, MI - Aktivis dan masyarakat mulai mempertanyakan tentang kabar beredarnya isu terkait politik uang dua hari sebelum Pemilu pada tanggal 17 April 2019 kemarin di Dapil 3, yang meliputi Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Seperti yang dikemukakan oleh Pengurus Sulsel, Lembaga Peduli Rakyat Indonesia (LP-RI), Nurwahidin Mile yang mengatakan kalau sampai sekarang belum ada kepastian dari pihak yang terkait, apakah itu hanya sekedar berita bohong (hoax) atau memang benar adanya.

"Harusnya pihak penyelenggara pemilu mencari tau kebenaranya agar tidak ada unsur kecurigaan dari masyarakat dan juga para caleg yang gagal memperoleh kemenangan," ujar Nurwahidin Mile kepada awak media ini, Sabtu (20/4) malam.

Olehnya itu, Lanjut Nurwahidin Mile, saya rasa kalau memang benar adanya telah terjadi praktik politik uang di Dapil 3 ini, kenapa tidak langsung ditindak lanjuti. Kan kasih para masyarakat, apalagi Caleg yang bersangkutan langsung.

"Kemana semua para pihak penyelenggara ketika mendengar berita adanya politik uang yang terjadi di wilayahnya ?," pungkas Nikson sapaan sehari-hari Nurwahidin Mile. 

Lebih Lanjut, dihubungi via telepon oleh tim media ini, salah satu Caleg Dapil 3 berinisial (U) menjelaskan terkait kekecewaannya terhadap penyelenggara tentang politik uang yang terjadi di Desa Bonea pada tanggal 15 April 2019 lalu.

"Itu malam saya langsung laporkan ke Panwas supaya langsung memanggil orang yang berkaitan untuk dilakukan interogasi karena sudah ada barang bukti berupa uang sebesar Rp. 250.000,-" ucap Caleg Dapil 3 ini.

Saya sudah ceritakan kejadian di Desa Bonea ini sesuai apa yang saya dapatkan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut "Panwas tidur kah", tutur U kepada tim media ini. (HT).
loading...