Diduga Berpolitik Kotor, PERAK Bilang Jangan Pilih Aris Muhammadia

0 Viewers
Share:


MAKASSAR, MI  -- Diduga melakukan politik uang (money politic), dua calon anggota legislatif (Caleg) diproses Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar.

Dua caleg anak dan bapak ini berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Mereka masing-masing H. Aris Muhammadia yang merupakan caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dapil Makassar 1 nomor urut 1 dan H. Dimas Adiputra AM Caleg Kota Makassar dapil 2 nomor urut 1. 

Temuan ini berawal dari adanya kegiatan sosialisasi di Kediaman Caleg tersebut, Kecamatan Tallo pada 21 Maret hingga 22 Maret 2019.

Kedua caleg tersebut terlibat dalam kegiatan membagi-bagikan uang yang terekam dalam beberapa video. 

Ketua Panwascam Tallo, Fadly Sukir, SH, MH menjelaskan kegiatan sosialisasi memang diperbolehkan namun harus dilihat waktu dan modusnya yang sengaja mendatangkan warga dengan iming-iming uang yang sengaja diselingi pengumpulan KK dan KTP. 

"Semua syarat laporan untuk ditindak lanjuti sudah terpenuhi secara formil dan materil," ungkap Fadly, Selasa (16/4/19).

Fadly menjelaskan, dalam pemeriksaan  terlapor dan pihaknya telah memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti. Alhasil, ada saksi pelapor dan ada bukti rekaman video serta foto. 

"Kami sudah serahkan ke Gakkumdu Bawaslu Makassar untuk diperjelas status hukumnya. Sebelumnya, berkas dikembalikan, kami disuruh melengkapi yang kurang tapi alhamdulillah sudah selesai dan sudah diterima Bawaslu Kota Makassar," jelas Fadly.

Fadly nenyebutkan saat ini kedua caleg telah selesai diproses oleh Panwascam dan dilimpahkan ke Gakkumdu Bawaslu Kota Makassar untuk ditindaklanjuti.

"Hari ini kita limpahkan dan kita berharap dapat segera diproses kejelasan hukumnya," ujarnya. 

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Makassar, Zulfikarnain yang dikonfirmasi  mengatakan, Panwascam Tallo diminta kembali untuk membuat kajian dugaan pelanggaran, sebelum jadi temuan.

"Karena kalau sudah jadi temuan, 1 x 24 jam sudah harus dibahas di Gakkumdu," ungkap Zulfikarnain, Senin (15/4/19).

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Pemantau Pemilu (LPP) LSM PERAK, Adiarsa MJ mengapresiasi kinerja Bawaslu Kota Makassar. 

"Kami sudah laporkan. Bukti dan syarat yang diperlukan sudah terpenuhi, Bawaslu dan Gakkumdunya tunggu apa lagi ?," tegasnya. 

Adiarsa juga dengan tegas meminta Bawaslu mendiskualifikasi Caleg Aris Muhammadia dengan anaknya terhadap apa yang dilakukan. 

"Kami minta masyarakat jangan memilih Caleg yang Berpolitik kotor untuk menghalalkan segala cara agar terpilih. Imbasnya, orang seperti itu nantinya tidak amanah untuk rakyat," terangnya. 

Adiarsa mengingatkan, agar Caleg yang melakukan money politic jangan terlalu percaya diri. 

"Jangan sampai begitu terpilih, keputusan Bawaslu dan KPU berkata lain," pungkas Adiarsa. 
(*)
loading...