Sepasang Lansia Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Warga Minta Kepeduliaan Pemerintah

0 Viewers
Share:


GOWA, MI - Rumah milik pasangan Lansia di Kabupaten Gowa tepatnya di Dusun Allu, Desa Sengka, Kecamatan Bontonompo Selatan sangat memprihatinkan. Rumah tersebut ditinggali sepasang suami istri orang tua Lansia yang diketahui bernama Dg Ngadam bersama istrinya Dg Bae.

Menurut keterangan Dg Ngadam saat diwawancarai oleh Awak media mengatakan bahwa rumah tersebut pemberian dari mertuanya atas nama Nabondeng Dg Tarring dan Baseneng Dg Limpo yang sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Kondisi rumah yang ditinggali sudah lama seperti ini, sejak dulu tidak ada perubahan.

“Rumah ini milik mertua saya yang kemudian diberikan kepada istri saya untuk ditinggali. Kondisi rumah ini sudah lama seperti ini nak, ero tonjaki ambajiki ingka tena doe ( saya mau memperbaiki tapi uang tidak ada),” tuturnya dalam bahasa Makassar.

Saudara Dg Bae yang tinggal berdampingan juga membenarkan bahwa rumah milik orangtuanya tersebut sudah lama seperti ini. Menurutnya saat ibunya masih hidup rumah milik orang tuanya sudah pernah difoto oleh pihak pemerintah untuk mendapatkan bantuan namun sampai sekarang tidak ada realisasi.


“Sejak saya tinggal di rumah ini selama 5 tahun, kami belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah baik Rastra, Bedah Rumah maupun PKH, saat musim hujan kami sering kehujanan dan air masuk di rumah dengan ketinggian setinggi lutut orang dewasa,” tambahnya Dg Ngadam dalam logat Makassar.

Para tetangga Dg Ngadam juga merasa iba dengan kondisi rumah yang ditempatinya bersama istrinya yang benar-benar tidak layak huni. Mereka berharap kepada pemerintah Kabupaten Gowa agar memberikan kepeduliannya terhadap pasangan lansia ini yang hidup dalam serba kekurangan paling tidak mendapatkan bantuan bedah rumah.

Dalam pantauan awak media di lokasi, rumah yang ditempati oleh Dg Ngadam dengan istrinya ini sangat - sangat tidak layak untuk dihuni selain atap yang sudah banyak bocor, dinding rumah juga sudah sangat rusak dimakan rayap.

Lebih lanjut, Kepala Desa Sengka, Bohari S.Pdi.,yang ditemui untuk dikonfirmasi oleh Awak Media, senin 1/3/2019 sepertinya kurang tahu persis warganya yang bernama Dg Ngadam yang ada di Dusun Allu.

“Selama kepemimpinan saya yang sudah 2 Tahun belum ada bantuan bedah rumah yang turun desa sengka dan sudah ada data yang kita kirim ke Dinas Sosial, namun yang perlu diketahui bahwa persyaratan untuk mendapatkan bantuan mesti ada KK, KTP domisili serta bukti kepemilikan hak tempat tinggal,” ujarnya.

Salah seorang warga dusun Allu mengatakan kepada awak media bahwa persoalan tidak ada KK, KTP mestinya merupakan tugas pemerintah desa untuk membantu mempasilitasi. "Apalagi pemilik rumah adalah pasangan Lansia yang perlu mendapatkan bantuan dan perhatian pemerintah".

Dia juga juga menambahkan bahwa seharusnya pemerintah desa Sengka dalam hal ini Bohari, S. Pdi., mestinya sering turun ke warganya agar tahu persis yang mana warganya yang perlu atau layak mendapat bantuan dan yang mana yang tidak.

"Karena menurut informasi yang kita dengar sebagaimana penuturan Dg Ngadam sendiri bahwa bapak kepala desa Sengka belum pernah berkunjung untuk melihat kondisi rumahnya selama kepemimpinannya,” tuturnya. (**).
loading...