AMPER Minta Pemkab Pinrang Berikan Sanksi Kepada Pelaku Pemukulan Para Demonstrasi

0 Viewers
Share:


PINRANG, MI - Aksi pemukulan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Kabupaten Pinrang terhadap 3 peserta Demonstrasi dari Aliansi Mahasiswa Pinrang Bersatu (AMPER) berbuntut panjang.

"Negara ini adalah negara hukum, jadi kami akan melaporkan kasus ini di Polres Pinrang. Dan kami akan serahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat kepolisian Polres Pinrang," ujar Haidir Ali Jendral Lapangan AMPER kepada awak media ini saat ditemui di Warkop PEEM Pinrang, Jum'at (3/5) malam.

Haidir Ali juga mengatakan kalau pihaknya akan mengawal terus penanganan kasus ini sampai selesai, dan Pemerintah Kabupaten Pinrang harus bertanggung jawab atas insiden ini.

"Kami meminta kepada Pemkab Pinrang agar oknum Satpol PP yang memukul dan menginjak-injak teman kami harus diberikan sangsi admininstratif dan sangsi hukum sesuai hukum yang berlaku," ucap Haidir Ali.

Lebih lanjut, Muhammad Ali juga menyesalkan kejadian tersebut, tiga peserta aksi diantaranya 2 mahasiswa (Triadi dan Khaerul) dan 1 masyarakat (Aidil), "Mereka semua ingin bertemu dengan Bupati Pinrang, kemudian dihalangi oleh oknum Satpol PP. Negara kita ini negara hukum. Bukan negara barbar. Kami sangat menyesalkan kejadian pemukulan itu".

Akibat insiden ini, beberapa peserta demonstrasi yang melihat langsung insiden tersebut mengatakan bahwa kericuhan tersebut bermula saat anggota Satpol PP mendorong salah satu peserta aksi perempuan. 

Akibat kericuhan ini, 1 peserta aksi mengalami luka di bagian pelipis kiri dan lebam dibagian punggung belakang akibat sepatu Satpol PP dan 2 mahasiswa luka dibagian pelipis. (**).
loading...