BEM se-Ajatappareng Ancam Akan Aksi Kembali Dengan Massa Yang Lebih Banyak

0 Viewers
Share:


PINRANG, MI - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Ajatappareng mengutuk tindakan brutal dan tidak manusiawi yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Kabupaten Pinrang, saat mengusir para demonstran di Kantor Bupati Pinrang beberapa hari lalu.

"BEM Se- Ajatappareng mengecam dan meminta Bupati Pinrang untuk memecat mereka yang anarkis. Anggota Satpol PP itu terlalu arogan, karena telah mendorong dan memukul beberapa demonstran," ujar Muhammad Ali Koordinator BEM Se- Ajatappareng, Sabtu (4/5/2019).

Muhammad Ali juga mengatakan kalau penegak hukum juga harus mengusut kasus ini hingga tuntas dan mempidanakan mereka yang sudah semena-mena atas nama kekuasaan. "Karena akibat kekerasan yang diterima salah seorang pendemo yang bernama Aidil (27) salah satu pemuda Kabupaten Pinrang yang juga alumni STIH Cokroaminoto Pinrang masih merasa nyeri di bagian punggung belakang dan hampir buta karena tendangan sepatu Satpol PP".

Sedihnya lagi, lanjut Ali, Pemerintah Kabupaten Pinrang yang dikonfirmasi untuk menemui saat Aidil dirawat di Rumah Sakit Umum Lasinrang, tidak merespon sama sekali.

“Jika sikap arogan anggota Satpol PP ini dibiarkan, hal yang sama akan terus berulang, mereka yang harus melindungi masyarakat malah bertindak kasar yang mencederai masyarakat," katanya.

Kita minta Bupati Pinrang memecat oknum satpol PP yang brutal. Kalau perlu, Kasatpol PP Pinrang juga dipecat karena ikut kasar yang memicu anggotanya jadi anarkis, pinta Muhammad Ali.

Lebih lanjut, Haidir Ali selaku penanggung jawab aksi. Berjanji akan mengawal kasus ini lewat pemberitaan dan terus mengkritisi sikap-sikap mereka yang tak bertanggungjawab itu.

"Kita akan pantau terus, jangan sampai kasusnya didiamkan begitu saja dan mereka enak-enak saja kembali berdinas, menerima gaji. Mereka lupa gaji mereka itu dari uang rakyat. Sampai beberapa hari kalau kasus pemukulan yang dilakukan ini tidak diindahkan, maka kami akan turun aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih banyak," ujar Haidir Ali yang juga Mahasiswa STIH Cokroaminoto Pinrang.

Peristiwa mengamuknya Satpol PP ini berawal saat mereka mendorong salah satu demonstran perempuan yang ingin meminta Klarifikasi terhadap pelarangan masuk di pekarangan halaman Kantor Bupati Pinrang.

"Padahal sebagian pegawai pun tidak taat terhadap peraturan, saat itu dicegah oleh Kasatpol PP Pinrang dengan kasar yang diikuti tindakan pendorongan secara paksa oleh anggota Satpol PP Pinrang yang mengakibatkan terjadi adu mulut dan saling dorong mendorong," tambahnya.

Koordinator Barisan Pemuda Pelajar Mahasiswa (BAPPEMA) Lasinrang STKIP DDI Pinrang, Leli Damayanti mengatakan kalau sebagian anggota Satpol PP juga memukul dan menendang pengunjuk rasa. "Aidil terkena tendangan di bagian pelipis dan injakan di bagian punggung belakang serta langsung terbaring dan pingsan lalu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Lasinrang".

"Karena aksi mereka tak ditanggapi Pemkab Pinrang, maka setelah istirahat siang mereka memulai menerobos Kantor Bupati Pinrang tapi selalu dihalangi oleh Satpol PP Pinrang," katanya.

Setelah beberapa menit melakukan orasi di depan kantor Bupati Pinrang, kata Leli. Wakil Bupati Pinrang datang tetapi ditolak para demonstran karena mereka ingin bertemu langsung dengan Bupati Pinrang untuk meminta klarifikasi serta rencana program Bupati baru terhadap pendidikan di wilayah pelosok Desa yang terisolir. (**).
loading...