Fakultas Hukum Unsa Makassar Lolos Penelitian Hibah Mahkamah Konstitusi

0 Viewers
Share:


MAKASSAR, MI - Dalam rangka mengadakan kegiatan penelitian kompetitif tahun anggaran 2019. Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengadakan kerjasama dengan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi se-Indonesia baik Negeri maupun Swasta untuk melanjutkan kembali kerjasama di bidang penelitian hukum dan konstitusi. 

Berdasarkan data penerimaan proposal sampai dengan batas waktu tanggal 31 Maret 2019 sebanyak 43 (empat puluh tiga) proposal penelitian telah dilakukan review oleh tim review dan terpilih 15 (lima belas) proposal yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti penilaian tahap II yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 April 2019.

Selanjutnya dari penilaian penelitian hibah MK tahap II tersebut terpilih 10 (sepuluh) proposal yang terbaik untuk dikerjasamakan dengan MK. 

Salah satu perguruan tinggi yang terpilih adalah fakultas hukum Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar, dengan tim pengusul Prof. Dr. A. Melantik Rompegading, S.H., M.H., dan Maemanah, S.H., M.H.

Adapun judul penelitiannya yaitu, “Pengakuan Atas Konstitusionalitas Kedudukan Hukum Masyarakat dan Hukum Adat Dalam Pengujian Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi (Studi Pada Kesatuan MHA Matteko, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan)," sesuai dengan Surat Pengumuman MK nomor 12/PP.00/04/2019.

Menurut Maemanah, dari hasil penelusuran peneliti menunjukkan bahwa terdapat salah satu komunitas yang terindikasi dirugikan hak konstitusionalnya karena belum mendapat pengakuan hukum yaitu, masyarakat hukum adat Matteko yang bermukim di Desa Erelembang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Mereka bermukim di sana sejak tahun 1933 sampai sekarang," singkat Maemanah.

Dengan adanya kegiatan penelitian kompetitif tersebut, diharapkan menghasilkan suatu penelitian sebagai bahan dukungan substantif MK dalam melaksanakan tugas dan kewenangan konstitusionalnya. (**).
loading...