Proyek Pusat di Rajuni Cair 100 Persen, 30 Persen Entah Kemana !

0 Viewers
Share:


SELAYAR, MI - Proyek bantuan pemerintah pusat yang bernilai ratusan juta rupiah untuk pembangunan Jalan Wisata dan Home Stay di Desa Rajuni, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar tahun anggaran 2018 hingga saat ini masih menuai persoalan.

"Sampai saat ini belum selesai dan belum bisa dimanfaatkan padahal anggaran proyek bantuan pemerintah pusat ini telah selesai 100%," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya ini kepada awak media.

Ia juga menjelaskan kalau masih banyak pekerja yang belum mendapatkan upah kerjanya, malah disebut kalau sebagian dari anggaran proyek ini telah dinikmati oleh oknum di kantor pemdes Selayar.

Sementara itu Rusli, Kepala Desa Rajuni yang dikonfirmasi via telepon, Rabu (24/7) terkait hal ini membenarkan belum selesainya proyek home stay di Desanya. Ia menjawab bahwa beberapa item pekerjaan belum rampung, diantaranya plafond dan pintu tapi bahannya telah ada. Sementara untuk jalan wisata telah selesai.

Ditanya mengenai anggaran yang dipergunakan, Kades ini mengatakan, "Tanyakan saja sama Pak Sua’, karena dia yang lebih tahu".

"Lokasi pembangunan home stay ini di Dusun Rajuni Selatan dan memang pengerjaannya terlambat selesai," tambahnya.

Menurut Kepala Desa Rajuni, pengerjaan proyek ini terlambat karena pengerjannya diserahkan kepada oknum pejabat pemdes dan biayanya sebagian tidak disalurkan ke pengelola dan pelaksana kegiatan.

Dikonfirmasi terpisah, Suaide yang namanya disebut sebut banyak tahu oleh Kades Rajuni menjelaskan kepada awak media bahwa proyek tersebut dianggarkan sekitar 500 juta rupiah lebih tahun anggaran 2018 lalu.

"Dilaksanakan secara swakelola dan dilaksanakan secara bertahap, dimana pada tahap pertama pencairannya sebanyak 70% dari total anggaran setelah menyelesaikan jalan wisata dan sebagian besar pengerjaan home stay," katanya.

Pengerjaan jalan wisata selesai, lanjut Suaide, dan pengerjaan home stay selesai 99%. "Sedikit sekali yang belum selesai, tinggal plafond dan pintu". 

"Upah tukang yang belum dibayarkan padahal anggarannya telah cair 100%. Dimana 30% atau sekitar 160 juta anggaran tersebut dicairkan oleh pejabat desa," tambahnya kepada awak media di pelataran warkop Ex Cartenz pada Kamis (25/7). 

Sebelumnya telah ada kesepakatan antara Tukang, Kades dan Kadis namun sampai saat ini kesepakatan tersebut belum terpenuhi. "Banyak ibu-ibu dan janda-janda yang juga belum mendapatkan upahnya," pungkas Suaide.

Hinga saat berita ini dirutunkan belum ada kejelasan atas polemic proyek ini, sementara para pekerja dan pengangkut materil berharap upah mereka dibayarkan. Informasi lainnya yang diterima, bahwa kegiatan yang dibangun untuk menunjang kegiatan wisata di daerah ini, belum dapat dimanfaatkan. (HT).
loading...