Ini penjelasan dari Kepsek SMK 2 Bone Soal Dana Komite

0 Viewers
Share:

Kepala Sekolah SMK 2 Bone, Dra. Suhaeni

BONE, MI - Terkait pemberitaan di media Mitra Indonesia (MI) yang menyatakan bahwa telah terjadi dugaan pungutan dana komite (pungli) di Sekolah SMK 2 Bone.

Kepala Sekolah SMK 2 Bone, Dra. Suhaeni menanggapi berita tersebut soal dana komite itu bahwa tidak benar adanya ditentukan sebasar Rp. 30.000 rupiah.

"Kalaupun benar itu yang ditentukan oleh ketua komite, itu secara sukarela alias sumbangan sesuai hasil dengan rapat komite dengan orangtua siswa kemarin. Dan itupun tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun tergantung dari kemampuan pihak orag tua siswa," katanya Jumat, 23/8/2019.

Selanjutnya, Kepala Sekolah mengatakan kalau hasil pertemuan komite dengan orang tua siswa adanya sepakatan di dalam rapat waktu itu. "Namun tidak semua orang tua siswa dibebankan, karena menimbang ada orang tua siswa yang tidak mampu, anak yatim maka itu dibebaskan," ungkap Dra. Suhaeni.

Lanjut, Kepsek SMK 2 Bone, kalau adapun laporan dari orang tua siswa yang diterima oleh Ketua Lsm Latenri Tappu (Samsul) itu hal yang tidak benar karena memang ada sepakatan hasil rapat waktu itu, tapi tidak menarget dan tidak semua yang dibebankan siswa. Seperti, siswa yang kurang mampu itu sama sekali tidak dibebankan 'hanya yang mau saja'.

"Kalaupun ada informasi unsur paksaan ataukah tidak ikut ujian semester karena tidak membayar dana komite sekolah berdasarkan diberita tersebut, itu tidak benar. Tapi kalau memang ada yang dikatakan ketua komite sekolah pada saat hasil rapat kemarin karena kebetulan juga saya waktu itu tidak hadir, nanti saya akan panggil untuk menghadap untuk meluruskan persoalan ini yang dimaksud oleh Samsul Ketua Lsm Latenri Tappu," katanya.

Terpisah, berdasarkan hasil konfirmasi Ketua Lsm Latenri Tappu, Samsul mengatakan, disaat bertemu diruangannya (Dra. Suhaeni), "Kami hanya ingin cari kebenarannya, benar atau tidak. saya katakan demikian karena adanya laporan dari orang tua siswa tersebut".

"Saya bertemu kepala sekolah (Dra. Nurhaeni) sekitar jam 11.30 siang untuk membenarkan laporan orangtua siswa atas dugaan yang kami terima, namun itu tidak benar. karena tidak ada unsur-unsur paksaan atau tekanan yang diberikan oleh pihak kepala sekolah yang disampaikan ke saya. Kalau soal pungutan itu yang dimaksud orang tua siswa tidak masuk dalam kategori pungli sebab itu tidak ada tekanan hanya yang mau saja," ujar Samsul.

Dan itu memang ada aturan diperbolehkan untuk meminta sumbangan kepada siswa, tapi itu sukarela tergantung dari kemampuan orangtua siswa tersebut, kunci Samsul. (Arbain).
loading...