Terkait Keluhan Petani Kelangkaan Pupuk, Ini Penjelasan Dinas Pertanian Takalar

0 Viewers
Share:


TAKALAR, MI - Keluhan petani tentang sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi di Kabupaten Takalar langsung mendapat respon oleh Dinas terkait.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, H. Muh. Hasbi mengumpulkan semua penyuluh dan distributor pupuk di Takalar untuk menemukan penyebab dan sekaligus memberi solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan pupuk para petani.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Takalar Muh. Hasbi saat diminta tanggapanya mengenai hal tersebut ke awak media ini, Selasa (21/1/2020), menjelaskan bahwa telah melakukan pertemuan dan berkordinasi langsung ke 120 penyuluh dan empat distributor dengan berdialog langsung untuk menemukan akar masalah sekaligus solusi terbaik di Aula Kantor Pertanian, Selasa, (21/1/2020).

"Ternyata dalam pertemuan itu terungkap masih banyak petani yang belum menyerahkan datanya kepada penyuluh, sehingga belum terinput di sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok) pupuk," ungkap Hasbi.


Padahal, lanjut dikatakan Hasbi, regulasi nasional terbaru menyebutkan seluruh lahan garapan petani harus terinput dalam e-RDKK dan hanya petani terdaftar yang berhak memperoleh pupuk dengan harga subsidi.

Dalam pertemuan tersebut, Hasbi minta kepada seluruh penyuluh menertibkan data petani agar masalah yang dikeluhkan petani tidak berlarut-larut.

"Dalam waktu tidak terlalu lama, para petani berkordinasi dengan penyuluh di desanya dengan menyerahkan KTP, KK, dan SPPT lahan garapan ke penyuluh," harapnya.

Hasby juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan ini, sudah ada komitmen dari pihak distributor, akan mensuplai kebutuhan pupuk sesuai daftar di e-RDKK.

"Kalau data base petani sudah bagus sesuai RDDK, kemudian dalam pelaksanaanya ada pihak misalnya pengecer mencoba bermain, kami pastikan akan mengevaluasi pengecer tersebut," tegas Kadis pertanian.

Senada yang disampaikan Bagian Admin e-RDKK Bidang Prasarana Sarana Pertanian, Daeng Tojeng saat ditemui di ruang kerjanya Selasa, (21/1/2020). Mengatakan kami selaku Admin e-RDKK tingkat Kabupaten terus melakukan pemantauan dan pendampingan penginputan data oleh petugas entry e-RDKK Tingkat Kecamatan.

Dan memantau serta memonitoring pendistribusian pupuk subsidi di Kabupaten Takalar mulai dari tingkat distributor, pengecer hingga sampai ke para petani. Kami terus  melakukan koordinasi kepada para penyuluh mengenai data tambahan  para petani yang belum masuk terinput di e-RDKK untuk segera dimasukkan sesuai data-data yang dipersyaratkan.

"Kami sudah menyampaikan dan melakukan langkah sosialisasi mulai tahun 2017 hingga 2018 kepada para petani dibantu oleh  penyuluh di masing-masing Desa  untuk mekanisme sistem perubahan regulasi yang diberlakukan secara nasional," kata Daeng Tojeng.

Lanjut ditambahkan bahwa kepada masyarakat petani yang namanya  belum masuk terdata di eRDKK, untuk segera bisa terdaftar dalam e-RDKK, Petani dengan harus menyerahkan data-data yakni, Foto copy KK, Foto copy KTP, dan SPPT.

Data tersebut disetor ke Ketua Kelompok Tani masing-masing, lalu Ketua kelompok tani menyetor data tersebut ke PPL. PPL menginput data yang disetor oleh ketua poktan wilayah binaanya, ke dalam format yang telah dibagikan oleh Admin eRDKK tingkat Kabupaten. Selanjutnya PPL kemudian menyerahkan data tersebut  ke Petugas entry e-RDKK dimasing-masing Kecamatan (BPP).

Petugas entry e-RDKK Kecamatan, akan mengirim data tersebut ke server e-RDKK  Kementrian Pertanian. Setelah data diterima oleh Server e-RDKK Kementrian Pertanian.  Kemudian  petugas entry e-RDKK Kecamatan mendownload data dari server e-RDKK Kementrian Pertanian, untuk selanjutnya di transfer ke dalam format e-RDKK.

Hanya petani yg terdaftar di Elecktronik RDKK (eRDKK) saja yang bisa dilayani pembelian pupuk nya oleh Pengecer Resmi .(Sau).
loading...