Jelang Pilkada, BNN Sulsel Siap Tes Narkoba Bakal Calon

0 Viewers
Share:


MAKASSAR, MI - Sejalan dengan imbauan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Ina Kartika Sari agar para calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pildada serentak di 12 Kabupaten/kota di Sulsel dites urine bebas narkoba, disambut baik Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulsel, Brigjen Pol Idris Kadir

Menurut Brigjen Pol Idris Kadir, terkait Pilkada serentak di 12 Kabupaten Kota di Sulsel, sebaiknya para calon kepala daerah dites urine, apakah ada jejak sebagai pemakai narkoba atau tidak.

Untuk mendukung upaya itu, BNN Sulsel siap terlibat. Dan pihaknya secara teknis sudah siap melakukan tes narkoba kepada para calon kepala daerah. Tes anti narkoba ini untuk tujuannya adalah  melahirkan kepala daerah yang bersih dari narkoba.

"Tapi, itu terpulang kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), selaku penyelenggara Pilkada, apakah bersih narkoba itu jadi persyararan bagi calon kepala daerah atau tidak. Kami tidak bisa ikut campur tanpa ada permintaan dari penyelenggara, dalam hal ini KPU," ujar Brigjen Pol Idris Kadir kepada awak media.

Menurutnya, dalam pemilihan legislatif, Kepala daerah. Kita BNN sering dilibatkan, tergantung KPU apakah dipersyaratkan atau tidak.

"Sebelum-sebelumnya sudah ada permintaan dari penyelenggara. Kemarin juga ada kegiatan Nasdem mereka bekerjasama dengan BNN, mereka meminta kita untuk terlibat dan diminta langsung ketua DPD Partai Nasdem Sulsel Rusdi Masse," ujarnya lagi.

Brigjen Pol Idris Kadir menyebut Provinsi Sulsel merupakan sentra penyebaran narkotika untuk Pulau Sulawesi dan Papua.

Bahkan, dari 24 Kabupaten Kota di Sulsel BNN sudah menetapkan tiga kabupaten kota yang menjadi sumber atau pintu masuk narkotika di Sulsel. Tiga wilayah itu adalah Kota Parepare, Kabupaten Sidrap dan  Pinrang. Khusus Parepare pintu masuknya dari Nunukan atau mamuju, Nunukan masuknya dari Malaysia.

"Di Sulsel menjadi tantangan bagi kita karena Ujungpandang atau Makassar sebagai transit penyebaran narkotika di Indonesia Timur. Sulsel menjadi jalur lintas provinsi seperti Kendari, Gorontalo, Manado bahkan sampai Papua," bebernya pada awal media melalui sambungan telepon Rabu (05/02/2020).

Selain itu, Brigjen Pol Idris Kadir menuturkan bahwa jika dilihat dari tingkat kejahatahannya. Penyalahgunaan narkoba di Sulsel dari tahun ke tahun tetap ada.

"Sehingga untuk menekan penyalahgunaan narkoba di Sulsel, BNN bekerjasama dengan pemerintah dan instansi untuk melakukan pemeriksaan urine khususnya dilingkungan instansi atau ASN terlebih dahulu," katanya.

Di Sulsel, BNN sudah melakukan kerjasama dengan beberapa instansi seperti TNI, Polri, Menkumham, Lapas untuk melakukan pemeriksaan urine secara berkala.

"Untuk instansi vertikal sudah jalan seperti TNI, Menkumham, Lapas. Untuk ASN lingkup Pemprov dan Kabupaten Kota tahun ini baru kita programkan. Pemerintah Daerah tahun ini sementara kita programkan, mereka sementara programkan untuk tes urine secara berkala," katanya.

Untuk Kabupaten Kota di Sulsel, Jenderal bintang satu itu mengatakan bahwa melalui edaran Gubernur Sulsel bahwa masing-masing OPD menyiapkan alat-alat tes urine secara berkala untuk para ASN. Tujuannya menekan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan. "Tahun ini sementara jalan, mereka sudah memang alokasikan anggaran untuk tes urine secara berkala," imbuhnya. (Otn).
loading...